admin

Menjadi Kelompok Ternak yang Berdaulat

Petrus Malo Lede menuruni jalur kerikil di menuju rumahnya di desa Pandua Tana. Dua ekor kambing sudah sedang mengunyah rumput di depan halamannya. Satu individu adalah betina indukannya, satunya lagi adalah jantan kecil anaknya.  Petrus senang melihat kambing itu tumbuh dengan sehat. Beberapa bulan lalu, indukannya melahirkan dan masih menyusu. “Ini kambing bantuan dari teman-teman […]

Menjadi Kelompok Ternak yang Berdaulat Read More »

Beina Moripa Mencipta Identitas Sumba

Di depan sebuah rumah panggung di Pandua Tana, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, ada balai kecil berbentuk persegi yang dilengkapi dengan tempat duduk kayu dari papan. Tepat di sisinya ada jalan bercabang menuju kampung lain.  Di balai kecil itu, ada kabel yang mengalirkan listrik. Digunakan untuk mengoperasikan mesin gerinda dan mesin penghalus tangan. Pada

Beina Moripa Mencipta Identitas Sumba Read More »

Semangat Bersama dari Kampung Buru Deilo

Buru Deilo adalah sebuah desa kecil yang terletak di pedalaman wilayah Wewena Selatan, Sumba Barat Daya. Untuk mencapainya, dibutuhkan perjalanan selama 1 jam menggunakan roda empat dari Tambolaka. Jalannya meliuk kecil dengan aspal yang sudah rusak, serta batuan lepas.  Siang itu, anak-anak Sekolah Dasar ramai berlarian ke sana ke mari. Suara mereka riuh rendah. Beberapa

Semangat Bersama dari Kampung Buru Deilo Read More »

Menciptakan Dapur Hidup di Mata Wee Lima

Di halaman rumah Agustinus Umbu Pati di desa Mata Wee Lima, Sumba Barat Daya, beberapa perempuan sedang sibuk mengolah lahan. Membuat bedengan kecil, menggemburkan tanah, lalu meletakkan biji kangkung yang kecil di tanah itu. Semua orang bahagia serta tertawa.  Mereka adalah petani yang tergabung dalam kelompok Hidup Bersama. Anggotanya berjumlah 15 orang. Sebagian besar adalah

Menciptakan Dapur Hidup di Mata Wee Lima Read More »

Mengembalikan Kesahajaan Desa Mata Kapore

Mata Kapore adalah desa yang berhawa sejuk di Sumba Barat Daya. Dikelilingi pepohonan hijau, sungai yang mengalir jernih dan hamparan sawah. Pada sebuah siang di pertengahan Mei 2025, hujan mengguyurnya.  Oktavianus Umbu Halato Tana (41 tahun) adalah kepala desa Mata Kapore. Dia bicara dengan semangat tentang desanya yang tenang. Tanahnya subur dan ditumbuhi banyak tanaman.

Mengembalikan Kesahajaan Desa Mata Kapore Read More »

Memberdayakan Warga, Membangun Desa

Bernardus Bili adalah Kepala Desa di Kalaki Kambe, Sumba Barat Daya. Dia memimpin desa itu sejak 2021 dengan jumlah mencapai 3000 jiwa. Secara umum desa penduduk desa bekerja sebagai petani, mengolah lahan dengan menanam jagung, pinang, singkong, dan jambu mete.  Ketika Bernardus terpilih, dia mendekati semua orang untuk melakukan diskusi dan mencari metode yang tepat

Memberdayakan Warga, Membangun Desa Read More »

Kisah Ramli, Nelayan Jaring dari Nama Andan

Nama Andan adalah salah satu pulau kecil di Provinsi Maluku, dengan jumlah 98 kartu keluarga. Terletak di Teluk Waru, sekitar 8,5 kilometer dari Tanjung Ilor, Pulau Seram. Pulau ini membentang sepanjang lima kilometer dan dikelilingi oleh terumbu karang serta pohon mangrove. Perairan yang memisahkan Pulau Parang dan Pulau Seram ini dikenal sangat dalam, lebih dari

Kisah Ramli, Nelayan Jaring dari Nama Andan Read More »

Perempuan Kilotak dan Inovasi Pangan Lokal

Delapan perempuan tampak mengelilingi oven raksasa sepanjang 150 sentimeter dan lebar 50 sentimeter. Oven ini menutupi dua kompor minyak tanah yang menyala terus-menerus. Di atasnya, tepung sagu putih diaduk tanpa henti dengan tangan selama lebih dari dua jam. Mereka berdiri dengan sabar, menggunakan sarung tangan transparan dan memastikan tepung itu kering merata. Tepung inilah yang

Perempuan Kilotak dan Inovasi Pangan Lokal Read More »

Sampah Jadi Cuan: Perempuan Desa dan Limbah Plastik

Di sebuah jalan setapak Desa Buan Kataloka, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, tiga anak sekolah dasar sedang memungut gelas plastik bekas minuman. Mereka memungut limbah itu dengan semangat, lalu membawanya kepada seorang perempuan. Perempuan yang dimaksud adalah Nuruja Rumatiga, kelahiran Tahun 1982, yang dikenal sebagai sosok penggerak daur ulang sampah plastik

Sampah Jadi Cuan: Perempuan Desa dan Limbah Plastik Read More »

Meracik Harapan di Tanah Karang

Pagi itu, di sisi rumah berdinding kayu sederhana milik Rafia Rumatiga, empat perempuan duduk di atas bale-bale yang terbuat dari papan. Rumah itu berada di Desa Negeri Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Mereka tidak sedang bersantai atau berbincang santai, tetapi fokus membelah pepaya matang dan mengeruk daging buahnya. Dua

Meracik Harapan di Tanah Karang Read More »