Sumba Barat Daya

Belajar Kesetaraan Melalui Kelompok Tenun Lambaleko

Dominggus Ditawora adalah seorang lelaki yang hangat. Dia bermukim di Desa Waiholo, Sumba Barat Daya. Acapkali saat bercerita dia akan tersenyum dan tertawa. Orang-orang kampung menjulukinya sebagai tangan berkah yang dingin.  Bukan tanpa sebab. Dominggus yang bekerja sebagai seorang petani, juga pandai membantu perempuan desa saat melahirkan. Kemampuan itu diturunkannya dari orang tua. Kemampuan lainnya, […]

Belajar Kesetaraan Melalui Kelompok Tenun Lambaleko Read More »

Membentangkan Harapan Melalui Rumput Laut

Laut di kawasan Bondo Boghila, Desa Kahona, membentang luas. Ketika laut sedang surut, beberapa petani rumput laut terlihat. Mereka berjalan di garis pantai untuk memungut sisa bibit yang terlepas dari bentangan tali budidaya.  Di salah satu rumah, Kristina Dairo Loba  dengan semangat mengangkat tali bentangan rumput laut yang baru saja diikatkan bibit. “Sekarang ini bisa

Membentangkan Harapan Melalui Rumput Laut Read More »

Menjadi Kelompok Ternak yang Berdaulat

Petrus Malo Lede menuruni jalur kerikil di menuju rumahnya di desa Pandua Tana. Dua ekor kambing sudah sedang mengunyah rumput di depan halamannya. Satu individu adalah betina indukannya, satunya lagi adalah jantan kecil anaknya.  Petrus senang melihat kambing itu tumbuh dengan sehat. Beberapa bulan lalu, indukannya melahirkan dan masih menyusu. “Ini kambing bantuan dari teman-teman

Menjadi Kelompok Ternak yang Berdaulat Read More »

Beina Moripa Mencipta Identitas Sumba

Di depan sebuah rumah panggung di Pandua Tana, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, ada balai kecil berbentuk persegi yang dilengkapi dengan tempat duduk kayu dari papan. Tepat di sisinya ada jalan bercabang menuju kampung lain.  Di balai kecil itu, ada kabel yang mengalirkan listrik. Digunakan untuk mengoperasikan mesin gerinda dan mesin penghalus tangan. Pada

Beina Moripa Mencipta Identitas Sumba Read More »

Semangat Bersama dari Kampung Buru Deilo

Buru Deilo adalah sebuah desa kecil yang terletak di pedalaman wilayah Wewena Selatan, Sumba Barat Daya. Untuk mencapainya, dibutuhkan perjalanan selama 1 jam menggunakan roda empat dari Tambolaka. Jalannya meliuk kecil dengan aspal yang sudah rusak, serta batuan lepas.  Siang itu, anak-anak Sekolah Dasar ramai berlarian ke sana ke mari. Suara mereka riuh rendah. Beberapa

Semangat Bersama dari Kampung Buru Deilo Read More »

Menciptakan Dapur Hidup di Mata Wee Lima

Di halaman rumah Agustinus Umbu Pati di desa Mata Wee Lima, Sumba Barat Daya, beberapa perempuan sedang sibuk mengolah lahan. Membuat bedengan kecil, menggemburkan tanah, lalu meletakkan biji kangkung yang kecil di tanah itu. Semua orang bahagia serta tertawa.  Mereka adalah petani yang tergabung dalam kelompok Hidup Bersama. Anggotanya berjumlah 15 orang. Sebagian besar adalah

Menciptakan Dapur Hidup di Mata Wee Lima Read More »

Mengembalikan Kesahajaan Desa Mata Kapore

Mata Kapore adalah desa yang berhawa sejuk di Sumba Barat Daya. Dikelilingi pepohonan hijau, sungai yang mengalir jernih dan hamparan sawah. Pada sebuah siang di pertengahan Mei 2025, hujan mengguyurnya.  Oktavianus Umbu Halato Tana (41 tahun) adalah kepala desa Mata Kapore. Dia bicara dengan semangat tentang desanya yang tenang. Tanahnya subur dan ditumbuhi banyak tanaman.

Mengembalikan Kesahajaan Desa Mata Kapore Read More »

Memberdayakan Warga, Membangun Desa

Bernardus Bili adalah Kepala Desa di Kalaki Kambe, Sumba Barat Daya. Dia memimpin desa itu sejak 2021 dengan jumlah mencapai 3000 jiwa. Secara umum desa penduduk desa bekerja sebagai petani, mengolah lahan dengan menanam jagung, pinang, singkong, dan jambu mete.  Ketika Bernardus terpilih, dia mendekati semua orang untuk melakukan diskusi dan mencari metode yang tepat

Memberdayakan Warga, Membangun Desa Read More »